Pengaruh Film Romansa Terhadap Sikap Anak Jaman Sekarang : BAB 2 Studi Pustaka
Pengaruh Film Romansa Terhadap Sikap Anak Jaman Sekarang
BAB 2
STUDI PUSTAKA
2.1 Romansa atau Romantis (Cinta)
STUDI PUSTAKA
2.1 Romansa atau Romantis (Cinta)
Dalam masa-masa ini, film romansa atau romance pasti sudah tidak asing lagi. Menurut KBBI, romansa berarti novel atau kisah prosa lainnya yang berciri khas tindakan kepahlawanan, kehebatan, dan keromantisan dengan historis atau imajiner. Tapi arti dari romantis dengan romansa itu berbeda. bersifat seperti dalam cerita roman (percintaan); bersifat mesra; mengasyikkan. Tapi keduanya memiliki maksud yang sama. Romantis biasanya identik dengan dua orang yang sedang jatuh cinta. Dan saat ini , film-film yang ada kebanyakan memperlihatkan itu. Tapi juga jangan salah romansa bisa terjadi pada hubungan keluarga atau sahabat.
Adapun pengertian lain selain romansa adalah cinta. Menurut Abraham Maslow, cinta merupakan proses aktualisasi diri yang mana dapat membuat orang melahirkan beragam tindakan-tindakan yang kreatif dan produktif. Dengan adanya cinta, maka seseorang akan mendapatkan kebahagiaan jika mampu membahagiakan orang lain yang dicintainya.
Jadi, dari pengertian-perngetian diatas, dapat kita ketahui bahwa romansa, romantis atau cinta saling berhubungan dan memiliki arti yang mirip.
Jadi, dari pengertian-perngetian diatas, dapat kita ketahui bahwa romansa, romantis atau cinta saling berhubungan dan memiliki arti yang mirip.
2.2 Anak-anak
Menurut KBBI, anak berarti keturunan yang kedua: ini bukan -- nya, melainkan cucunya; 2 manusia yang masih kecil: -- itu baru berumur enam tahun; 3 binatang yang masih kecil: -- ayam itu berciap-ciap mencari induknya; 4 pohon kecil yang tumbuh pada umbi atau rumpun tumbuh-tumbuhan yang besar: -- pisang; 5 orang yang berasal dari atau dilahirkan di (suatu negeri, daerah, dan sebagainya): -- Jakarta; -- Medan; 6 orang yang termasuk dalam suatu golongan pekerjaan (keluarga dan sebagainya): -- kapal; -- komidi; 7 bagian yang kecil (pada suatu benda): -- baju; 8 yang lebih kecil daripada yang lain.
Menurut John Locke, anak adalah pribadi yang masih bersih dan peka terhadap rangsangan-rangsangan yang berasal dari lingkungan. Adapun pengertian lain dari anak menurut Sobur (1988) anak sebagai orang yang mempunyai pikiran, perasaan, sikap dan minat berbeda dengan orang dewasa dengan segala keterbatasan.
2.3 Pengaruh
Seperti yang sudah di sebutkan dari poiny sebelumnya. Anak jaman sekarang ini sudah sanagat gaul dan bebas kehidupannya. Menonton film pun bukan hal yang tabu lagi. Film sudah menjadi kebiasaan.
Menurut kompasiana, “Kemudian juga yang menjadi masalah krusial sekarang ini bahwa orang tua maupun anak, tidak tahu membedakan antara film khusus anak dewasa (17 tahun keatas) dan film khusus anak remaja (17 tahun kebawah), sehingga anak-anak remaja saat ini yang bisa dikatakan anak belum sepantasnya tonton film percintaan tetapi karena orang tua sebagai edukatif(pendidik) dalam rumah tangga tidak mendidik secara baik sehingga anak remaja kinidengan seenaknya mengikuti keinginan hati untuk memilih film tanpa membedakan kedua hal tersebut diatas.
Menurut kompasiana, “Kemudian juga yang menjadi masalah krusial sekarang ini bahwa orang tua maupun anak, tidak tahu membedakan antara film khusus anak dewasa (17 tahun keatas) dan film khusus anak remaja (17 tahun kebawah), sehingga anak-anak remaja saat ini yang bisa dikatakan anak belum sepantasnya tonton film percintaan tetapi karena orang tua sebagai edukatif(pendidik) dalam rumah tangga tidak mendidik secara baik sehingga anak remaja kinidengan seenaknya mengikuti keinginan hati untuk memilih film tanpa membedakan kedua hal tersebut diatas.
Bayangkan saja anak sekarang ini, yang baru berumur delapan sampai sepuluh tahun sudah tahu menceritakan alur cerita cinta yang di tonton film disetiap episodnya. Dan penulis yakin ini terjadi hampir di setiap daerah baik itu daerah perkotaan maupun di pelosok pedesaan. Dengan demikian maka implikasi atau dampak yang timbul terhadap kehidupan anak remaja dikalangan masyarakat adalah merusak karakter atau perlikau anak seperti, anak pacaran dibawah umur, melupakan aktifitas belajar, serta terjadinya kenakalan remaja karena meniru berbagai adegan yang dilakukan oleh para idola yang berbau kekerasan fisik.
Lebih lanjut, anak-anak yang menonton televisi lebih dari 11-15 jam seminggu mengalami penurunan prestasi mereka di sekolah. Artinya ketika anak itu, sering menonton film maka akan sangat berpengaruh terhadap presatasi, karena diselah-selah itu anak-anak lebih mengutamakan untuk menonton film dibandingkan dengan belajar. Jadi waktu yang dipakai anak-anak tersebut lebih banyak untuk menonton televisi, dan aktivitas belajar pun diabaikan,(Lewis, 1952).”



Komentar
Posting Komentar